Blog untuk tanya jawab mengenai materi dan soal-soal SD SMP SMA

Rangkuman Teori Fungi / Jamur

logo tetap biologi

Ciri-ciri jamur:
  • Tubuh jamur berupa talus (tubuh sederhana yang tidak mempunyai akar, batang dan daun).
  • Jamur tidak berklorofil, tidak bisa membuat makanannya sendiri.
  • Jamur bersifat heterotrof saprofit atau heterotrof parasit.
  • Organisme eukariot, uniseluler atau multiseluler berbentuk hifa
  • Menghasilkan spora
  • Dinding selnya tidak mengandung selulosa, namun karbohidrat kompleks (termasuk kitin)
  • Tidak memiliki flagella dalam daur hidupnya.

Cara Hidup
  • Parasit obligat merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya, sedangkan di luar inangnya tidak dapat hidup. Misalnya, Pneumonia carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS).
  • Parasit fakultatif adalah jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang sesuai, tetapi bersifat saprofit jika tidak mendapatkan inang yang cocok.
  • Saprofit merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang mati. Jamur saprofit menyerap makanannya dari organisme yang telah mati seperti kayu tumbang dan buah jatuh. Sebagian besar jamur saprofit mengeluar-kan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul kompleks menjadi molekul sederhana sehinggamudah diserap oleh hifa. Selain itu, hifa dapat juga langsung menyerap bahanbahan organik dalam bentuk sederhana yang dikeluarkan oleh inangnya.

Golongan:
  • Zygomycota
    • Membentuk spora istirahat berdinding tebal (Zigospora)
    • Habitat di darat, di tanah, atau pada organisme mati
    • Hidup sebagai saprofit
    • Memiliki miselium bercabang banyak dan tidak bersekat-sekat. Hifa bersifat senositik.
    • Tipe hifa: Stolon (menempel pada substrat), rizoid (menembus substrat), sporangiofor (tumbuh tegak seperti batang)
    • Reproduksi aseksual dengan spora non motil
    • Reproduksi seksual dengan konjugasi
    • Peranan: pembuatan makanan
    • Contoh: Rhizopus oryzae (tempe), Mucor javanicus (ragi tape)

contoh struktur zygomicota zygomycotina

  • Ascomycota
  • Memiliki askospora (reproduksi seksual)
  • Hidup sebagai saproba dan parasit
  • Memiliki miselium bersekat
  • Reproduksi aseksual dengan menghasilkan spora konidium konidiofor
  • Reproduksi seksual dengan membentuk askospora
  • Berdasarkan bentuk askus, dibedakan menjadi 4 macam:
  • Hemiascomycetes
Tidak membentuk askokarp dan tidak memiliki hifa
Bentuk tubuhnya terdiri dari sel bulat atau oval yang membentuk tunas atau kuncup
Contoh: Saccharomyces cerevisiae (khamir roti), Candida albicans (penyakit sariawan dan keputihan pada wanita)
  • Plectomycetes
Askokarp membentuk bola kleistotesium
Hidup sebagai saproba, parasit, atau hiperparasit
Reproduksi seksual dengan spora
Contoh: Aspergillus dan Penicillium
  • Pyrenomycetes
Askokarp berbentuk khusus yang dilengkapi dengan ostiolum (lubang untuk melepas askus dan askospora)
Contoh: Neurospora sitophila (untuk membuat oncom merah)

struktur alat reproduksi askomicota
Ascomycota
  • Basidiomycota
    • Jamur makroskopis
    • Hifa bersepta dengan sambungan apit (clamp connection),
    • Spora seksual terbentuk pada basidium yang berbentuk gada
    • Berdaging, bersifat saprobe, tubuh buah seperti payung
    • Reproduksi: spora basidium/pertumbuhan konidium
    • Peranan: makanan dan obat-obatan
    • Contoh: Volvariella volvacea (jamur padi), Ganoderma aplanatum (obat-obatan)
Siklus Reproduksi basidiomicota
Siklus Basidiomycota

  • Deuteromycota
    • Habitat di daratan
    • Reproduksi aseksual dengan menghasilkan konidia atau hifa khusus (konidiofor)
    • Peranan: saprofit (di materi-materi organik), parasit (tanaman tingkat tinggi)
    • Contoh: Microporum (kurap), Tinea versicolor (panu).

Lumut kerak atau Lichen
  • Simbiosis antara alga dengan jamur
  • Tanaman perintis yang tumbuh di tempat yang sulit ditinggali makhluk hidup lain
  • Hifa khusus yaitu rizoid dari jamur berfungsi sebagai pelekat pada batu, kayu atau tanah
  • Talusnya seperti spora dan menyerap air
  • Reproduksi dengan fragmentasi atau dengan soredium
  • Peranan: makanan ternak, bahan pewarna dan penyamak
  • Berdasarkan bentuknya, lumut kerak dibagi menjadi 3, antara lain:
  • Krustos (seperti kerak), misal Graphis.
  • Folios (seperti daum), misal Umbellicaria dan Parmelia
  • Frutikos (seperti semak), misal Usnea longisima

Mikoriza
  • Simbiosis antara hifa jamur dengan akar suatu tanaman.
  • Dibagi menjadi 2 tipe, antara lain:
  • Ektomikoriza, tubuh buahnya seperti payung, bola atau bulat, hifanya hanya menembus epidermis akar dan tidak sampai menembus korteks
  • Endomikoriza, bersimbiosis pada akar yang menembus sampai pada sel-sel korteks.
Labels: Biologi, X

Thanks for reading Rangkuman Teori Fungi / Jamur. Please share...!

0 Comment for "Rangkuman Teori Fungi / Jamur"

Back To Top