Blog untuk tanya jawab mengenai materi dan soal-soal SD SMP SMA

Materi Sistem Gerak Hewan

logo biologi tetap
Materi Jaringan Hewan biasanya diawali dengan sistem gerak. Hal yang penting di sistem gerak ini adalah mengenai sendi, gerakan antagonis, dan struktur serta mekanisme gerak otot. Tambahan lagi mengenai perbedaan otot polos, lurik, dan jantung. Untuk Ujian Nasional sering keluar, tetapi jarang sekali pada SBMPTN.

Sistem gerak disusun oleh dua bagian, yaitu gerak pasif dan sistem gerak aktif. Sistem gerak pasif beranggotakan rangka, sedang sistem gerak aktif beranggotakan otot.


Sistem Gerak Pasif (Rangka)

Fungsi Rangka
  • penegak tubuh 
  • pemberi bentuk tubuh 
  • tempat melekatnya otot  
  • pelindung bagian tubuh
  • tempat pembentukkan sel darah merah (hemopoesis)
  • alat gerak pasif
  • Fungsi imunologis (kekebalan tubuh)
  • Penyimpanan kalsium
Bentuk Tulang
  • Tulang pipa Bentuknya bulat, panjang dan tengahnya berongga Contohnya : tulang paha tulang lengan atas tulang jari tangan Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah.
  • Tulang pipih Bentuknya pipih ( gepeng ) Contohnya : tulang belikat tulang dada tulang rusuk Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.
  • Tulang pendek Bentuknya pendek dan bulat Contohnya : ruas-ruas tulang belakang tulang pergelangan tangan tulang pergelangan kaki Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.
Macam Tulang
  • Tulang Rawan (kartilago) ada tiga macam hialin, elastin, fibrosa. lentur dan kaya kondrosit.
  • Tulang Keras (Kompak) merupakan perkembangan tulang rawan dari proses osifikasi. Disusun oleh sel osteosit.
Materi Proses Osifikasi tulang rawan menjadi keras
Proses Osifikasi Tulang Rawan menjadi Tulang Keras
Tipe Persendian

1. Sinartrosis : Merupakan persendian yang tidak memungkinkan adanya pergerakan. Persendian ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
  • sinartrosis sinkondrosis merupakan sinartrosis yang tulangnya dihubungkan oleh tulang rawan, contohnya : hubungan tulang rusuk dengan tulang dada.
  • sinartrosis sinfibrosis merupakan sinartrosis yang tulangnya dihubungkan oleh jaringan ikat serabut, contoh : hubungan antar sendi tulang tengkorak. Hubungan antara tulang tengkorak disebut sutura.
2. Amfiarthrosis : Persendian tulang dengan gerakan yang sangat terbatas . Amfiartrosis dibagi menjadi dua macam, yaitu :
  • Sinkondrosis ialah persendian yang dihubungkan oleh tulang rawan hialin.
  • Sindesmosis ialah persendian yang dihubungkan oleh jaringan ikat.
3. Diartrosis : merupakan persendian yang memungkinkan terjadinya gerak yang sangat bebas. Ada banyak macam sendi diartrosis yaitu :
  • Sendi putar, merupakan persendian yang memungkinkan gerak berputar atau rotasi. Sendi putar terdapat diantara tulang tengkorak dan tulang atlas.
  • Sendi peluru, merupakan persendian yang memungkinkan gerakan  ke segala arah. Sendi peluru dapat ditemukan pada hubungan antara lengan atas dengan gelang bahu / tulang belikat,  dan tulang paha dengan tulang pinggul.
  • Sendi pelana, merupakan persendian yang memungkinkan beberapa gerakan rotasi, namun tidak ke semua arah. Sendi pelana dapat ditemukan pada jari-jari tangan dan telapak tangan.
  • Sendi engsel, merupakan persendian yang memungkinkan gerakan satu arah. Sendi engsel dapat ditemukan pada siku dan lutut.
  • Sendi luncur/ sendi geser, merupakan persendian yang memungkinkan gerakan rotasi pada satu bidang datar saja. Sendi luncur dapat ditemukan pada pergelangan tangan dan kaki,  ruas ruas tulang belakang dan tulang selangka.

Sistem Gerak Aktif (Otot)

Otot tersusun atas sel-sel yang terspesialisasi untuk kontraksi, yaitu mengandung protein kontraktil yang dapat berubah dalam ukuran panjang dan memungkinkan sel-sel untuk memendek. Sel-sel tersebut sering disebut serabut-serabut otot. Otot memiliki 3 sifat khusus, yaitu :
  • Kontraktibilitas, yaitu kemampuan untuk berkontraksi/memendek.
  • Ekstensibilitas, yaitu kemampuan melakukan gerakan kebalikan akibat kontraksi.
  • Elastisitas, yaitu kemampuan unuk kembali  ke posisi semula, setelah berkotraksi atau disebut relaksasi. 

Macam Otot
Ada tiga macam otot pada tubuh hewan. yaitu :
 Perbedaan otot polos lurik jantung

Macam Gerak Antagonis

Gerak antagonis adalah gerak dari dua otot yang bekerja berlawanan. Jika salah satu otot kontraksi, maka yang lain akan melakukan relaksasi. Ada beberapa macam gerak antagonis yaitu :

  • Fleksi & Ekstensi : Ekstensi adalah gerak meluruskan tangan/kaki. Contohnya : saat kita berdiri kaki dalam posisi lurus. Fleksi adalah gerak membengkokkan. Contohnya : saat jongkok kaki dalam posisi menekuk.
  • Supinasi & Pronasi : Supinasi adalah gerak menengadahkan tangan. Pronasi adalah gerak menelungkupkan tangan.
  • Abduksi & Adduksi :  Abduksi adalah gerakan menjauhi badan. Contoh: gerak tangan sejajar bahu. Adduksi adalah gerakan mendekati badan. Contoh: sikap sempurna.
  • Depresi & Elevasi :  Depresi adalah gerak menurunkan, Elevasi adalah gerak mengangkat, misalnya gerakan menunduk dan menengadahkan kepala.
  • Inversi & Eversi : Inversi gerakan menghadapkan telapak kaki ke sisi dalam. Eversi gerakan menghadapkan telapak kaki ke sisi luar.
Struktur Otot (Sarkomer)
struktur sarkomer otot pira A I H Z
Struktur Sarkomer




Gangguan Sistem Gerak
  • Osteoporosis, merupakan gangguan pada tulang karena massa tulang yang menurun sehinga tulang menjadi rapuh. Osteoporisis terjadi karena ketidak seimbangan hormone kelamin pada pria atau wanita. 
  • Rakhitis, merupakan penyakit tulang yang disebabkan akibat kekurangan vitamin D. Kekurangan vitamin D menyebabkan tulang menjadi tidak keras. Pada penderita rakhitis terlihat bagian kaki melengkung menyerupai huruf X atau O. 
  • Artritis, peradangan sendi, dibedakan menjadi rhematoid (merupakan penyakit yang menyerang anggota gerak, yaitu sendi, otot, tulang dan jaringan sekitar sendi.gejala nyeri, kaku, bengkak, sampai keterbatasan gerak tubuh, dan kulit terlihat memerah akibat peradangan).  Osteoartritia (radang pada sendi atau kerusakan pada tulang rawan sendi) , dan gout artritis (disebabkan oleh metabolisme abnormal purin yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah, yang akan menimbulkan timbunan kristal garam urat di persendian yang menimbulkan peradangan sendi pada lutut dan jari) 
  • Skoliosis, merupakan melengkungnya tulang belakang ke arah samping. 
  • Kifosis, merupakan perubahan kelengkungan pada tulang belakang sehingga orang menjadi bongkok. 
  • Lordosis, melengkungnya tulang belakang di arah pinggang ke arah depan sehingga kepala tertarik ke arah belakang. 
  • Atrofi, merupakan penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau kehilangan kemampuan untuk berkontraksi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh virus. 
  • Hipertrofi, merupakan otot yang berkembang menjadi lebih besar dan kuat. Hal ini disebabkan aktivitas otot yang kuat sehingga diameter serabut-serabut otot membesar. 
  • Hernia abdominalis, merupakan sobeknya dinding otot abdominal sehingga usus memasuki bagian sobekan tersebut. 
  • Tetanus¸ merupakan otot yang mengalami kekejangan karena terus menerus berkontraksi sehingga tidak mampu lagi berkontraksi, disebabkan luka yang terinfeksi bakteri Clostridium tetani
  • Distrofi otot, merupakan pernyakit kronis yang menyebabkan gangguan gerak, disebabkan cacat genetik.

Demikian rangkuman materi sistem gerak pada hewan. Semoga berguna dalam menghadapi ujian, ulangan harian, SBMPTN, ataupun test masuk perguruan tinggi lainnya. See you ^^
Labels: Biologi, XI

Thanks for reading Materi Sistem Gerak Hewan. Please share...!

1 Comment for "Materi Sistem Gerak Hewan"

Back To Top